Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Bayam

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Bayam

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman BayamYang dimaksud dengan bayam / amaranthus sp adalah sayuran yang telah lama dikenal dan dibudidayakan secara luas oleh petani di seluruh wilayah Indonesia.

Negara Indonesia sejak zaman dahulu dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki syarat tumbuh paling cocok untuk tanaman bayam yang pada beberapa daerah memiliki banyak nama seperti di Aceh disebut dengan sayur tarnyak, di Madura dikenal dengan nama tarnak, di Bima bernama nadu, di Jawa dikenal dengan sebutan bayem, daerah Sunda disebut senggang bener, dan di Ambon bernama utapaine. Dalam Bahasa Inggris dan Perancis, bayam dikenal dengan istilah african spinach, indian spinach atau amarante.

Klasifikasi Tanaman Bayam Secara Sederhana

Klasifikasi Tanaman Bayam
Kingdom  Plantae
Sub Kingdom Tracheobionta
Infra Kingdom Streptophyta
Super Divisi Embryophyta
Sub – Divisi Spermatophyta
Division Tracheophyta
Class Magnoliophyta
Sub – Classes Caryophyliade
Famili Amaranthaceae
Genus Spinacia L
Spesies Spinacia Oleracea L

Tentang Morfologi Tanaman Bayam

1. Sistem Perakaran

Bentuk tanaman bayam adalah terna / perdu dengan ketinggian tanaman dapat mencapai sekitar 1,5 hingga 2 M berumur semusim atau lebih. Sistem perakaran menyebar secara dangkal pada kedalaman antara 20 s/d 40 Cm dan berakar tunggang.

2. Sistem Batang

Batang tumbuh tegak, tebal, berdaging dan berlapis lilin serta banyak mengandung air, tumbuh tinggi di atas permukaan tanah dan memiliki batang yang agak keras, berkayu dan memiliki cabang banyak. Seperti diketahui bahwa bayam kadang – kadang berkayu dan bercabang banyak.

3. Sistem Daun

Daun berbentuk bulat telur dengan bagian ujungnya agak meruncing dan terlihat urat – urat daun yang cukup jelas yang mana warna daun bervariasi mulai dari hijau muda, hijau tua, hijau keputih – putihan hingga berwarna merah. Pada daun bayam liar pada umumnya berbentuk kasap / kasar dan kadang – kadang berduri.

4. Sistem Bunga

Bunga bayam berukuran kecil – kecil berjumlah banyak yang terdiri dari daun bunga antara 4 s.d 5 buah, benang sari 1 s.d 5 dan bakal buah masing – masing antara 2 s.d 3 buah saja. Bunga keluar dari ujung – ujung tanaman atau ketiak daun yang tersusun membentuk malai dan tumbuh tegak. Tanaman ini mampu berbunga di sepanjang musim. Sistem perkawinannya adalah bersifat uniseksual yaitu bisa menyerbuk sendiri maupun menyerbuk silang. Penyerbukan berlangsung dengan bantuan angin dan serangga.

5. Sistem Biji

Biji – biji bayam berukuran sangat kecil dan halus, berbentuk bulat dan berwarna cokelat tua hingga mengkilap sampai hitam kelam. Namun pada beberapa daerah ada beberapa jenis bayam yang memiliki warna biji putih sampai merah, misalnya bayam maksi yang berbiji merah.

Syarat Tumbuh Tanaman Bayam

Tanaman bayam secara garis besar mampu tumbuh di daerah tropis dan menjadikan sayuran yang satu ini memegang peranan yang cukup penting bagi masyarakat di dataran rendah.

Bayam merupakan salah satu tanaman yang berumur tahunan, cepat tumbuh serta mudah untuk ditanam pada area kebun ataupun ladang bahkan di pekarangan rumah di desa – desa. Bayam memiliki daya adaptasi yang cukup baik terhadap lingkungan tumbuh sehingga bisa ditanam pada dataran rendah hingga dataran tinggi.

Hasil panen yang diperoleh secara optimal lebih banyak ditentukan oleh pemilihan lokasi penanaman yang mana lokasi penanaman haruslah memperhatikan persyaratan tumbuh bayam yaitu keadaan lahan harus terbuka dan cukup mendapatkan sinar matahari serta memiliki tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan – bahan organik serta memiliki pH kisaran 6 s/d 7 dan tidak mudah tergenang air.

Demikian kami mengulas dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman bayam, semoga bermanfaat !

About the Author: dupecop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *